RAHASIA MEMBUKA WADAQ BATIN


Bismillahirrahmanirrahim....

Laa Haula wala quwwata ila Billah

Allahumma sholli wa Salim ala Sayyidina Muhammad wa ala Ali Sayyidina Muhammad

 

Wadaq/wadah batin dalam dunia mencari ilmu akan luas sekali penjabaran nya , tergantung di bahas dari sisi mana,namun kami mengetengahkan beberapa pembuka wadaq batin untuk terisi ilmu_NYA

Di nukil dari Petuah sumber dari berbagai kitab ,di intisari kan

Ada 5 Wadaq Ilmu yang perlu kita ketahui, sehingga menjadi jalan dalam mendapatkan ilmu yang penuh barokah dan manfaat

 

Wadaq batin/ wadah ilmu adalah ibarat sebuah cupu/tempat penampung dari apapun yang kita kerjakan /amalkan.yang mana ini hanya bisa pahami dan di ketahui oleh Ahli sirr/ahli batin/ahli mukasyafah/ahli Ruhani dan tentunya sesuai pakem dari masing-masing keilmuan dan ilmu yang di bahas .

Pada sejatinya  semua ilmu akan mengerucut pada tujuan yang sama.untuk mencari Ridho_NYA dan menjadi perhiasan diri dalam kehidupan.

Kita mungkin pernah berpikir,

Kok aku gak paham-paham ya pelajaran ini?” lalu karena merasa kesulitan, kita jadi malas belajar.

Kok tidak merasakan energi wirid yaa??

Kok tidak merasakan ketenangan batin ya??

Kok tidak berpengaruh dalam kehidupan ku ya??

Dan banyak pertanyaan lainnya.

Pada dasarnya, tidak semua orang ditakdirkan menguasai semua ilmu, dan tidak semua yang kita tahu pada akhirnya dapat kita amalkan dan rutinkan. Oleh karena itu, saat berhadapan dengan ilmu pengetahuan, kita perlu menempatkannya sesuai posisi dan porsinya.

Para ulama besar termasuk Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani mewasiatkan bahwa setiap ilmu hendaklah diletakkan pada salah satu di antara lima wadaq ilmu. Mari kita kaji bersama nggih

 

1. DarAkhlak (Wadaq dari segi Akhlak)

Wadah akhlak adalah wadah memuliakan ilmu. Semua ilmu pada dasarnya berasal dari Allah. Maka dari itu, semua ilmu mulia, siapa pun yang menyampaikannya.

Manusia tidak boleh menganggap remeh suatu ilmu karena sudah pernah mendengarnya, atau pun membatasi diri dari mendengar ilmu yang terlalu tinggi menurutnya.

Mengenai hal ini, Rasulullah bersabda:

اغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنِ الْخَامِسَ فَتَهْلَكَ

Jadilah orang yang berilmu, atau orang yang belajar, atau pendengar setia kepada ilmu, atau mencintai dan menikmati ilmu, dan jangan jadi yang kelima, maka kamu akan binasa (HR. Bazzar no. 3968).

Jika seseorang tidak memiliki kapabilitas maupun ketertarikan untuk mendalami ilmu tertentu, dia tetap berkewajiban menghormati ilmu itu dengan menjadi pendengar yang baik.

 

2. Dar Mujahadah wa Istiqamah (Wadaq dari Kesungguhan & Konsistensi)

Dari sekian banyak ilmu yang ada di dunia ini, kita dapat memilih ilmu yang ingin kita tekuni dan pelajari. Namun, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa setiap muslim wajib menguasai tiga ilmu, yaitu ilmu mengenal Allah atau ilmu tauhid, ilmu syariat atau fikih, dan ilmu akhlak. Ketiga ilmu ini mengantarkan manusia kepada pembaharuan iman agar tetap terjaga hingga nanti berpulang.

Setelah ketiga ilmu di atas, kita dapat memilih ilmu lain yang ingin ditekuni dengan serius. Di sinilah seseorang memasuki “fase penuntut ilmu”.

 

3. Dar Amal (Wadaq dari Segi Ilmu yang Diamalkan)

Ilmu akan kurang sempurna tanpa amal. Ilmu punya hak untuk diamalkan, dan amal punya hak untuk dikerjakan dengan ilmu. Imam Malik bin Dinar berkata:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِلْعَمَلِ وَفَقِهَ اللهِ وَمَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِغَيْرِ الْعَمَلِ يَزْدَادُ بِالْعِلْمِ فَخْرًا

Siapa yang menuntut ilmu untuk diamalkan maka Allah akan mencurahkan taufik kepadanya. Dan siapa yang menuntut ilmu tanpa maksud untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya akan menambahkan kesombongan baginya.

 

4. Dar Istiqamah fi Amal (Wadaq dari Ilmu yang Diamalkan dengan Konsisten)

Di antara semua ilmu yang sudah dipelajari, hendaknya ada yang diamalkan secara rutin dan konsisten, sesuai kemampuan orang tersebut.

Dalam proses mengkonsistenkan ibadah, seorang muslim hendaknya siap menempuh riyadhah (latihan) hingga menikmati amal itu sendiri. Karena amal yang paling bernilai di sisi Allah adalah yang dikerjakan secara konsisten, sebagaimana sabda Rasulullah :

اكْلَفُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ خَيْرَ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Lakukanlah suatu amalan sesuai kemampuanmu, karena sebaik-baik amal adalah yang paling dirutinkan walaupun sedikit (HR. Ibnu Majah no. 4240).

 

5. Dar Ikhlas (Wadaq dari segi Ikhlas)

Wadah ikhlas adalah beramal dengan ilmu yang sudah ditekuni dan diamalkan dengan rutin. Pada titik ini, tidak ada lagi perasaan berat mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Ilmu yang sudah mencapai wadah ikhlas akan diamalkan dengan niat “Ya Allah, Engkaulah tujuanku, dan ridha-Mu lah keinginanku.” Sehingga Para ulama berwasiat, setiap manusia yang beramal/mengamalkan sesuatu hendaknya memiliki satu ilmu yang mencapai wadah ini.

Mengetahui wadaq batin/wadah ilmu ini sangat penting agar kita tidak terjebak pada kekhawatiran-kekhawatiran tak berdasar, seperti takut berilmu karena tak siap beramal, takut mengajarkan ilmu kalau belum mengamalkan, atau tidak mau beramal karena belum bisa ikhlas


Demikian sedikit tulisan kami di sarikan dari berbagai sumber dan kitab dalam bab mencari ilmu Semoga menjadi manfaat dan barokah, begitu juga pembahasan tentang wadaq batin/wadah ilmu ini insyaallah akan di lanjutkan di bab dan pembahasan  dari sisi lainnya lagi.



BELAJAR ADAB ADA ILMUNYA,

BELAJAR ILMU ADA ADABNYA


ADAB BUKAN SEKEDAR KATA ADAB ADAB ADAB .

TAPI LEBIH MENDALAM TENTANG ITU , BAGAIMANA DIRI BISA MENGHADIRKAN RASA TADZIM, MEMULIAKAN,MENJAGA PERASAAN,DAN MEMBUAT & MENJAGA ,ORANG LAIN/GURU TIDAK SAKIT HATI

BAGAIMANA MENCARI,MENERIMA ,MENJAGA ,MENGAMALKAN & MEMULIAKAN ILMU,

TIDAK TERBAWA EGOISME,TIDAK MENGUNGGULKAN DIRI,TIDAK KIKIR /PELIT HANYA KEPENTINGAN DIRI DSBNYA 


SIFAT-SIFAT MULIA DAN LUHUR TERSEBUT ADALAH DI ANTARA DARI KEINDAHAN ADAB ,DAN TENTUNYA MASIH BANYAK HAL LAINNYA 


Ngaji diri - Ngaji Alam - Manunggal Rahsa 


 SALAM ELING JIWO

KI AGENG TEJO BARUNA 



أحدث أقدم