Ajaran para leluhur kita telah turun temurun, mengungkapkan adanya saudara empat ke lima pancer, yang sering terlupakan olehmanusia, padahal mereka adalah unsur-unsur persenyawaan yang bersama-sama lahir sehari dengan kita, sewaktu meninggalkan rahim ibunda melalui liang senggama atau menurut istilah Kawi (sanskerta) adalah margi hina.Adapun empat saudara dan kelima pancer itu (berjumlah lima) mempunyai nama-nama sendiri, yaitu : Mar dan Marti, Air Kawah (tuba),
Ari-ari (plasenta) darah dan pusar. Dan semuanya mempunyai tugas masing-masing dalam memangku tujuan menjaga keselamatan dankesejahteraan kita, baik selaku umat manusia maupun makhluk hidup lainnya.
1. Mar dan Marti :Mendampingi dan memelihara hidup dan menumbuhkan daya cipta.2. Kawah air (tuba)Merawat badan, melahirkan hasrat kemauan.3. Ari-ari (plasenta)Menaungi perjalanan atau langkah hidup.4. DarahMembantu tingkah dan mencipta keinginan atau cita-cita.5. Pusat (pusar)Mendorong gerak dan gaya, mendatangkan keinginan.
Apabila ini semua dapat dipelihara dan diatur sebaik-baiknya, maka besarlah arti dan manfaatnya dalam menciptakan kesejahteraan hidup.Terutama dengan memperingatinya pada hari lahirnya.
Sebaliknya, apabila sengaja atau tidak sengaja kelima saudara yang bersama-sama lahirnya dengan kita itu diabaikan (tidak dikenal, disayang dan dipelihara) dan kita buktikan sendiri dialam perjalanan hidup kita sehari-hari. Bentuk cobaan-cobaannya sungguh bermacam-macam, umpamanya :Menimbulkan mala-petaka (rintangan). Kacaunya pikiran yang berguna, batalnya segala niat, melesetkan arah tujuan atau cita-cita, memporak-porandakan keinginan, berantakannya sebuah usaha atau ihtiar dan lain sebagainya.Oleh sebab itu kita sebagai orang timur, yang sejak turun temurun sudah ditinggali ilmu sejati untuk manjaga keselamatan dan menciptakan kesejahteraan hidup, sepatutnyalah menjunjung tinggi ajaran para nenekmoyang kita, terutama mempelajari mengakui dan memanfaatkan saudara empat dan kelima pancer itu demi kesejahteraan hidup kita untuk kini dan kelak.
SEJARAH SEDULUR 4 KE-5 PANCER
Sejarah Saudara empat dan kelima Pancer Berdasarkan wejangan (pesan) para leluhur kita, diungkapkan tentang saudara empat dan kelima pancer dengan perincian dibawah ini :Ketika sang ibu mengandung sampai melahirkan bayi ia mengalami penderitaan yang bersifat demam, seperti ngilu seluruh tubuhnya atau dalam bahasa Jawa disebut emar. Kecuali itu dirasakan pula seperti kejutan hati yang mengandung seribu perasaan tidak enak menjadi satu, sampai saat melahirkan bayi dari rahimnya, menurut ungkapan nenek moyang kita,lahirnya bayi adalah bersama-sama saudara mudanya perempuan yang diberi nama/istilah Mar-Marti keluar dari bagian dalam tubuh, sekitar dada, bersama dengan waktu berpusatkan tenaga untuk mendorong keluarnya bayi, keluarlah terlebih dahulu lewat liang senggama sang ibu (vagina).Air tuba (kawah) yang kemudian disebut saudara sedara mudah bersifat putih, disusul lahirnya jabang bayi. Lalu menyusul ari-ari dibelakangnya berwarna kuning, kemudian disebut Adi ari-ari.Tahap berikutnya keluarlah darah,yang menjadi adik berwarna merah atau disebut pula saudara keempat. Pada waktu putus pusar, pusat berwarna hitam, disebut saudara kelima. Maka selesailah sudah lahirnya, saudara empat kelima pancer :*1. Mar Marti**2. Kakak kawah**3. Adi ari-ari**4. Darah**5. Pusat (pusar)*
Inilah 4-saudara ke-5 pancer yang lahir sama sehari, juga sama-sama lewat gerbang yang satu dan yang sama-sama lahir tapi tidak lewat gerbang yang satu itu.Empat saudara dan kelima pancer yang ada tetapi, selalu terlupakan seolah-olah tak pernah ada, yang diakui maupun tidak, selalu mendampingi, menjaga, turut menunjang mengingatkan, menyelamatkan, membela, memberikan jasa-jasanya kepada kita setiap saat tidak memandang kapan dan dimana dan dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun, yang juga memiliki perasaan, kemauan, keampuhan,pengaruh, arti, kelemahan dan kekuatan, sifat baik dan sifat buruk yangkadangkala membantu kadangkala mengganggu kehidupan kita, merasa senang bila diperhatikan, diakui adanya dan dihargai jasa-jasanya dan bisa marah apabila diabaikan.RITUAL PENTING MANUSIA DAN TERPENTING DALAM KEHIDUPAN.
sangat penting ritual ini karena karena untuk pencapaian besar dalam setiap langkah kehidupan, ritual pembangkitan langsun dan perawatan sedulur papat lima pancer secara menyeluruh. tanpa ini manusia keadaannya sering tak menentu dalam banyak hal.
AKTIVASI DAN PENYATUAN SEDULUR 4 KE- 5 PANCER
Nenek moyang kita mempunyai tradisi untuk mengadakan selamatan (syukuran) bertujuan mengakui adanya dan menghargai arti dan jasa-jasanya, mengerti kehendak dan kebutuhannya dengan istilah umum yang disebut: Memule atau Memetri.Memule atau memetri saudara tua dan saudara muda, terdiri dari dua macam:
1. Untuk saudara yang tidak keluar lewat marga-hina (vagina) berupa :*Nasi tumpeng, pecel ayam, sayur menir, daging daging burung,daging ikan dari kolam, daging hewan ternak, sayur mayur, bunga rampai, sirih yang bagus,pisang yang bagus, minyak wangi dan air gula kelapa dicampur santan kelapa, minyak sundul langit, tape, kerupuk singkong yang dibakar.Pengokohannya : Logam timah
2. Memule dan memetri saudara yang keluar bersama-sama satu hari lewat marga-hina (vagina) berupa :*5 nasi tumpeng dituangkan dalam takir-pontang, ikannya dari laut dan dari rawa-rawa, ikan sungai, gantal dengan supit menjadi satu bungkus bunga cempaka 5 pasang, pada tiap-tiap potong, dibubuhkan sepasang.Pengkokohnya berupa : Logam timah dituangkan satu persatu.
Nenek moyang kita zaman dahulu selalu yakin, percaya bahwa apabila setiap kali diadakan selamatan memule dan memetri dengan cara demikian kepada saudara empat kelima pancer itu, kesemuanya akan selalu membantu keselamatan dan kesejahteraan hidup siang maupun malam, tidak akan marah, masqul, kecewa, apalagi diabaikan sehingga bisa mengganggu dan mempersulit jalan kehidupan kita.Bagi kita yang hidup di alam modern ini yang penting adalah kita mengakui adanya, dan mengakui bahwa saudara empat dan lima pancer mempunyai arti dan daya keampuhan membantu kita dan dapat memberikan pengaruh buruk bagi hidup kita apabila diperhatikan, kehadirannya di sekeliling kita masing-masing. Tidaklah mutlak bagi kita mengadakan selamatan seperti tersebut di atas. Apalagi jika diingat pada kehidupan dewasa ini, dimana ekonomi kita terasa tidak memungkinkan untuk mengeluarkan biaya untuk selamatan yang tentu tidak sedikit jumlahnya. Cukuplah kiranya apabila kita tidak melupakan kehadirannya di sekeliling kita, dengan menyebut meminta bantuannya, tidak peduli kapan,dimana dan dalam keadaan apapun juga.Kita sambut dan menyebut saudara empat kelima pancer itu waktu kita sedang makan, minum, mandi, berjalan, duduk, hendak tidur, hendak berhibur, bekerja istirahat, pendek kata kapanpun dan dimanapun mereka kita sebut minta bantuan dukungan supaya kita sehat sejahtera, mencapai tujuan atau dapat selesai dengan tugas pekerjaan yang sedang dan akan kita lakukan.
KAMI TEKANKAN DAN SANGAT REKOMENDASI KAN RITUAL INI, UNTUK PENCAPAIAN DIRI DALAM OLAH BATIN
1. Mar dan Marti :
Mendampingi dan memelihara hidup dan menumbuhkan daya cipta.
2. Kawah air (tuba)
Merawat badan, melahirkan hasrat kemauan.
3. Ari-ari (plasenta)
Menaungi perjalanan atau langkah hidup.
4. Darah
Membantu tingkah dan mencipta keinginan atau cita-cita.
5. Pusat (pusar)
Mendorong gerak dan gaya, mendatangkan keinginan.
Apabila ini semua dapat dipelihara dan diatur sebaik-baiknya, maka besarlah arti dan manfaatnya dalam menciptakan kesejahteraan hidup.Terutama dengan memperingatinya pada hari lahirnya.
Sebaliknya, apabila sengaja atau tidak sengaja kelima saudara yang bersama-sama lahirnya dengan kita itu diabaikan (tidak dikenal, disayang dan dipelihara) dan kita buktikan sendiri dialam perjalanan hidup kita sehari-hari.
Bentuk cobaan-cobaannya sungguh bermacam-macam, umpamanya :
Menimbulkan mala-petaka (rintangan). Kacaunya pikiran yang berguna, batalnya segala niat, melesetkan arah tujuan atau cita-cita, memporak-porandakan keinginan, berantakannya sebuah usaha atau ihtiar dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu kita sebagai orang timur, yang sejak turun temurun sudah ditinggali ilmu sejati untuk manjaga keselamatan dan menciptakan kesejahteraan hidup, sepatutnyalah menjunjung tinggi ajaran para nenek
moyang kita, terutama mempelajari mengakui dan memanfaatkan saudara empat dan kelima pancer itu demi kesejahteraan hidup kita untuk kini dan kelak.
SEJARAH SEDULUR 4 KE-5 PANCER
Sejarah Saudara empat dan kelima Pancer Berdasarkan wejangan (pesan) para leluhur kita, diungkapkan tentang saudara empat dan kelima pancer dengan perincian dibawah ini :
Ketika sang ibu mengandung sampai melahirkan bayi ia mengalami penderitaan yang bersifat demam, seperti ngilu seluruh tubuhnya atau dalam bahasa Jawa disebut emar. Kecuali itu dirasakan pula seperti kejutan hati yang mengandung seribu perasaan tidak enak menjadi satu, sampai saat melahirkan bayi dari rahimnya, menurut ungkapan nenek moyang kita,
lahirnya bayi adalah bersama-sama saudara mudanya perempuan yang diberi nama/istilah Mar-Marti keluar dari bagian dalam tubuh, sekitar dada, bersama dengan waktu berpusatkan tenaga untuk mendorong keluarnya bayi, keluarlah terlebih dahulu lewat liang senggama sang ibu (vagina).
Air tuba (kawah) yang kemudian disebut saudara sedara mudah bersifat putih, disusul lahirnya jabang bayi. Lalu menyusul ari-ari dibelakangnya berwarna kuning, kemudian disebut Adi ari-ari.
Tahap berikutnya keluarlah darah,yang menjadi adik berwarna merah atau disebut pula saudara keempat. Pada waktu putus pusar, pusat berwarna hitam, disebut saudara kelima. Maka selesailah sudah lahirnya, saudara empat kelima pancer :
*1. Mar Marti*
*2. Kakak kawah*
*3. Adi ari-ari*
*4. Darah*
*5. Pusat (pusar)*
Inilah 4-saudara ke-5 pancer yang lahir sama sehari, juga sama-sama lewat gerbang yang satu dan yang sama-sama lahir tapi tidak lewat gerbang yang satu itu.
Empat saudara dan kelima pancer yang ada tetapi, selalu terlupakan seolah-olah tak pernah ada, yang diakui maupun tidak, selalu mendampingi, menjaga, turut menunjang mengingatkan, menyelamatkan, membela, memberikan jasa-jasanya kepada kita setiap saat tidak memandang kapan dan dimana dan dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun, yang juga memiliki perasaan, kemauan, keampuhan,pengaruh, arti, kelemahan dan kekuatan, sifat baik dan sifat buruk yang
kadangkala membantu kadangkala mengganggu kehidupan kita, merasa senang bila diperhatikan, diakui adanya dan dihargai jasa-jasanya dan bisa marah apabila diabaikan.
RITUAL PENTING MANUSIA DAN TERPENTING DALAM KEHIDUPAN.
sangat penting ritual ini karena karena untuk pencapaian besar dalam setiap langkah kehidupan, ritual pembangkitan langsun dan perawatan sedulur papat lima pancer secara menyeluruh. tanpa ini manusia keadaannya sering tak menentu dalam banyak hal.
AKTIVASI DAN PENYATUAN SEDULUR 4 KE- 5 PANCER
Nenek moyang kita mempunyai tradisi untuk mengadakan selamatan (syukuran) bertujuan mengakui adanya dan menghargai arti dan jasa-jasanya, mengerti kehendak dan kebutuhannya dengan istilah umum yang disebut: Memule atau Memetri.
Memule atau memetri saudara tua dan saudara muda, terdiri dari dua macam:
1. Untuk saudara yang tidak keluar lewat marga-hina (vagina) berupa :*
Nasi tumpeng, pecel ayam, sayur menir, daging daging burung,
daging ikan dari kolam, daging hewan ternak, sayur mayur, bunga rampai, sirih yang bagus,pisang yang bagus, minyak wangi dan air gula kelapa dicampur santan kelapa, minyak sundul langit, tape, kerupuk singkong yang dibakar.
Pengokohannya : Logam timah
2. Memule dan memetri saudara yang keluar bersama-sama satu hari lewat marga-hina (vagina) berupa :*
5 nasi tumpeng dituangkan dalam takir-pontang, ikannya dari laut dan dari rawa-rawa, ikan sungai, gantal dengan supit menjadi satu bungkus bunga cempaka 5 pasang, pada tiap-tiap potong, dibubuhkan sepasang.
Pengkokohnya berupa : Logam timah dituangkan satu persatu.
Nenek moyang kita zaman dahulu selalu yakin, percaya bahwa apabila setiap kali diadakan selamatan memule dan memetri dengan cara demikian kepada saudara empat kelima pancer itu, kesemuanya akan selalu membantu keselamatan dan kesejahteraan hidup siang maupun malam, tidak akan marah, masqul, kecewa, apalagi diabaikan sehingga bisa mengganggu dan mempersulit jalan kehidupan kita.
Bagi kita yang hidup di alam modern ini yang penting adalah kita mengakui adanya, dan mengakui bahwa saudara empat dan lima pancer mempunyai arti dan daya keampuhan membantu kita dan dapat memberikan pengaruh buruk bagi hidup kita apabila diperhatikan, kehadirannya di sekeliling kita masing-masing. Tidaklah mutlak bagi kita mengadakan selamatan seperti tersebut di atas. Apalagi jika diingat pada kehidupan dewasa ini, dimana ekonomi kita terasa tidak memungkinkan untuk mengeluarkan biaya untuk selamatan yang tentu tidak sedikit jumlahnya. Cukuplah kiranya apabila kita tidak melupakan kehadirannya di sekeliling kita, dengan menyebut meminta bantuannya, tidak peduli kapan,dimana dan dalam keadaan apapun juga.
Kita sambut dan menyebut saudara empat kelima pancer itu waktu kita sedang makan, minum, mandi, berjalan, duduk, hendak tidur, hendak berhibur, bekerja istirahat, pendek kata kapanpun dan dimanapun mereka kita sebut minta bantuan dukungan supaya kita sehat sejahtera, mencapai tujuan atau dapat selesai dengan tugas pekerjaan yang sedang dan akan kita lakukan.
KAMI TEKANKAN DAN SANGAT REKOMENDASI KAN RITUAL INI, UNTUK PENCAPAIAN DIRI DALAM OLAH BATIN
