![]() |
Kita mengenal berbagai banyak wewangian yang dibakar ini antara lain
Buhur/bakhor
terkenal
dari negeri timur tengah jazirah arab
dan biasanya kemasan juga ada bertulisan arab sering di pakai buat
acara-acara , maulid, manaqib dll Selain buhur di jazirah arab terkenal
dengan madat (lebih keras dari getah pohon: memyerupai menyan) . Dupa/hio: Terkenal dari negeri tiongkok/china ,sering di bakar orang-orang Chinese saat
melakukan sembahyang,berdoa,penghormatan leluhur,membuka toko dsbnya..bahan
dari serbuk halus tumbuhan yg mengandung wewangian jika di bakar,lalu di buat
banyak menyerupai lidi .
Menyan /kemenyan Sebuah
benda jika di bakar akan mengeluarkan wewangian, bahannya pun sama dari
tumbuhan yg mempunyai bau wangi jika di bakar . Di
nusantara sering di bakar jika ada prosesi panjang jimat,upacara
sakral,Tempat-tempat keramat ( termasuk makam auliya juga) ,juga bisa di minum
buat obat karena bahan alami nya.
Jadi??apakah
beda buhur,dupa,menyan?? 1.beda
wilayah /daerah nya asal benda tsb menjadi ciri khas nya. 2.Beda
bentuknya ,karena mungkin punya Kesukaan
juga kebiasaan sendiri cara bakar nya. 3.Beda
anggapan/persepsi banyak orang,karena berpedoman dan melihat latar belakang
yang melakukannya.
Persamaan
nya : 1.Sama-sama
berasal dari tumbuhan alami 2. Sama
mengeluarkan wangi,meski berbeda harumannya sesuai bahan yang digunakan 3.Sama-sama
di gunakan utk prosesi sakral, menambah kekhusu"an/konsentrasi,
menghantarkan /memudahkan link dengan dimensi lain.
Teringat
cerita kanjeng sunan kalijaga saat berdiskusi dan adu argumen dengan para
pembesar wali songo lainya,tentang menyan ,Bahwa Rosulullah sangat menyukai
wewangian baik parfum,buhur (jika di jazirah arab) .ketika itu para Walisongo
saling berbeda pendapat pemakaian menyan tidak boleh (karena waktu itu identik
dengan ritual mistis nusantara) , mendapatkan pencerahan dan argument dari kanjeng sunan kalijaga akhir nya menyadari dan memahami
bahwa menyan tak ubahnya buhur hanya berbeda bentuk ,sama2 bau harum.jika
begitu dupa juga sama,hanya karena masyarakat kita melihat sesuatu berdasar
pada siapa /penganut apa yg melakukan jadi sering men judge selain yang di
pakai umat muslim itu jadi tabu/tidak baik.
Menyan/dupa/buhur
di bakar dengan maksud tujuan lebih khusu"/konsentrasi maka akan baik ,di
bakar untuk agar di sukai malaikat (karena malaikat menyukai wewangian) maka
akan baik, Yang jadi
pembahasan klw di bakar misal untuk asapi/rabun pusaka,jimat,minyak, prosesi
ngelmu apakah baik???
Baik
tidaknya tidak berdasar anggapan kita,tapi niat orang yang bersangkutan... Jika niat
untuk menghormati menyuguh *"tamu"*
karena kita undang/datang,maka anggap seperti kita kedatangan tamu
manusia yang selayaknya menjamunya.Namun meski di inget bukan
menyembah/mengkultuskannya itu yang tidak boleh. Jadi
kenapa sering di sebut dalam ayat suci .."...minnal jinni wal
insi..." Jin disebut duluan bukan manusia,karena jin ciptakan lebih dulu,dan derajat yang
membedakan hanya karena taqwanya.
Meski
manusia lebih sempurna karena punya jasad sbg wadah kasar nya.wadah /jasad inilah
yang sering ingin di rebut/di kuasai para jin fasik.
Namun
dalam penghormatan dan rasa tunduk kita kepada yang maha kuasa,maka di alangkah
baiknya berbuat baik kepada semua makhluk Tuhan,baik sesama
manusia,hewan,tumbuhan dan Jin /makhluk astral lainnya tentunya.bukan kita
takut tapi sebagai bentuk rohmatallil alamin sebagai mana semua Nabi-nabi
,orang sholeh,misal Nabi sulaiman mengenal semua makhluk Allah,Nabi Muhammad
menghargai semua mahkluk Allah juga
....tanpa pandang bulu... Namun
punya prinsip dan keyakinan yang teguh(menjaga tauhid dalam hati kita) Sama
ketika kita mengamalkan sesuatu keilmuan,tidak di pandang amalan itu dari ayat
suci /mantera /rapal dsbnya.karena semua ibarat doa penghantar/kunci pembuka
keilmuan.ilmu kejawen/ilmu rapal sunda/Kalimantan/Inggris dan rapal lainnya
jika mmg di niatkan baik dan prosesi nya baik juga akan baik hasilnya,apalagi
yang sudah akulturasi Keilmuan yang di gubah para Aulia dengan tanpa
meninggalkan kalimat Tauhid ataupun Kalimat penghambaaan kepada Tuhan. Karena
doa boleh dalam bahasa apa saja (doa disini bukan bab masalah sholat ).dan
begitupun jika amalan dari ayat suci jika di amalkan dengan kurang baik ,berdasarkan nafsu menggebu-gebu,dan sanad
nya juga kurang baik maka akan hasilnya
tidak baik juga.
Meski
amalan bacaan kunci alam malakut
,asror,nur dsbnya jika ada di sertai nafsu saat mengamalkannya tidak menjamin
khodam malakut/malaikat yang masuk(kecuali anggapan kita sendiri)
Demikin
sedikit corat-coret mohon maaf jika ada yang kurang Berkenan.jika ada salah
mohon di ingatkan 🙂🙏
Salam
Eling Jiwo KI AGENG
TEJO BARUNA
|
