MERAWAT BENDA PUSAKA


 Memiliki pusaka  berbagai senjata khas daerah seperti keris/kujang/badik/ mandau/ golok/clurit yang dsb nya yang punya pamor khusus agar tetap  nampak indah 

 Namun akan juga di bahas tentang pusaka  berkhodam haruslah melakukan perawatan secara rutin, supaya khodam yang ada pada  pusaka tersebut tidak hilang/pergi. Perawatan benda pusaka berkhodam ini sangat di perlukan untuk menjaga khodam yang ada di dalam pusaka tersebut.

Perawatan ini sangat penting,karena selain agar pusaka awet tak termakan usia, juga ketika memiliki khodam tertentu tidak pergi. Karena kita yang memiliki pusaka artinya seperti kita punya peliharaan burung misalnya harus di rawat, di bersihkan, di kasih makan dsbnya... Jadi pertama harus di luruskan dulu NIAT nya.

Bukan perawatan untuk mengagungkan suatu pusaka/khodam nya atau niat tujuan lain yang menggiring kepada kemusrikan.

Karena pusaka-pusaka tersebut misal ada warisan orang tua /leluhur artinya wasiat yang harus di jaga, selama tidak ada penyimpangan niat tadi. Namun juga lebih dalam perlu di teliti lagi, apakah khodam/tuah pusaka tersebut dari bangsa fasik/bisa menjerumuskan atau tidak. Kalau dari golongan fasik mending di singkirkan saja, karena  mengganggu keteguhan keimanan dan tipuan.

 

Kita lanjut kan...

Merawat pusaka, harus sesuai pakem masing-masing empu/pembuatnya .Bisa juga dengan aturan yang biasa di pakai para ahli benda pusaka agar energi magis yang ada di dalamnya tetap bisa terpancar dengan kuat.

Cara merawat pusaka tentulah berbeda-beda caranya. Antar praktisi/spiritual/paranormal satu dengan yang lainya .Namun pada dasarnya cara merawatnya adalah sama yaitu untuk menjaga dan memelihara keris berkhodam tersebut.karena benda pusaka memiliki karakter serta tuah yang berbeda-beda, oleh karena itu perlu di berikan perlakuan khusus disetiap pusakanya.

 cara merawat benda pusaka yang berbeda-beda maka perlu juga pengetahuan dari yang memberikan .

CARA MERAWAT PUSAKA ANTARA LAIN SBB

Menjamas bertujuan untuk membersihkan pusaka dari kotoran besi atau karat.Dan Tujuan lainnya untuk lebih menghitamkan besi dan memutihkan pamor pusaka Misal keris/kujang/badik/mandau dsbnya yang berpamor. merendam bilahnya dengan air kelapa yang sudah tua.

Masukkan seluruh bilahnya ke rendaman air kelapa tersebut
Selanjutnya,  Lalu di oleskan bahan
 berdasar tradisi turun temurun diutamakan dari bangsa tumbuhan. Seperti jeruk nipis (limau yang kecut), belimbing kecut, mengkudu masak,  proses awal untuk menghilangkan karat.bisa mengoleskanya atau menggosoknya secara halus dengan menggunakan jeruk nipis. Gosokkan jeruk nipis tersebut ke seluruh bagian dari bilah pusaka tersebut.Setelah itu bersihkan dengan kain. Bersihkan sampai benar-benar kering. Jika untuk membersih kan karat pada besi, bisa menggunakan jeruk nipis tadi.

Cara menghilangkan karat tersebut dengan merendam keris dalam air bercampur salah satu bahan di atas selama 2 atau 3 hari sambil sekali-kali keris digosok atau disikat. Setelah itu dicuci bersih dengan air dan dijemur. Baru kemudian diwarangi dan dijemur lagi.Setelah dijemur, dicuci dengan air dan diberi dedak jagung untuk mengeringkan air. Lalu dibersihkan dedaknya. Setelah benar-benar kering ,Langkah selanjutnya dengan mengolesinya dengan minyak misik yang non alkohol. Penggunaan minyak ini berbeda-beda dengan pusaka satu dan lainnya. Minyaknya menyesuaikan dengan khodam yang ada pada keris pusaka tersebut.

Untuk minyak biasanya diambil dari minyak biji kesambi atau minyak cendana. Minyak biji kesambi bersifat menghidupkan sekaligus menebalkan racun yang ada di keris/kujang/clurit/mandau/badik .Minyak dari kesambi itu mengandung racun yang sangat ampuh.

 

WAKTU MERAWAT PUSAKA

Waktu yang tepat untuk melakukan perawatan pusaka berkhodam.Tidak sembarang waktu bisa digunakan untuk menjamas atau untuk merawat pusaka berkhodam. Cara merawat keris berkhodam ini Ada patokan waktunya tersendiri. Waktu terbaik untuk merawat keris berkhodam yaitu di antara jam 11 malam hingga jam 02.00 pagi dini hari di tanggal 1 suro, gunakan jam-jam tersebut untuk merawat pusaka .

Cara merawat pusaka berkhodam ini sebenarnya tidak di hanya pada tanggal 1 suro saja. Juga bisa melakukan perawatan sendiri. Tidak dibatasi, bisa sebulan sekali, dua bulan sekali dan seterusnya tergantung keinginan masing-masing.

Waktu & hari yang tepat untuk melakukan perawatan pusaka berkhodam

PUSAKA YANG TUAH PAMORNYA BERSIFAT :

 untuk penarik kerejekian, pengasihan, jodoh, keberuntungan, akan lebih baik jika dilakukan pada hari senin malam (kalender jawa malam selasa kliwon).

PUSAKA YANG TUAH PAMORNYA SIFATNYA

menjaga, kewibawaan,kanuragan, pagar ghaib,agresif menyerang. dilakukan di hari kamis malam (dalam penanggalan Jawa malam jumat kliwon).

 


MERAWAT MUSTIKA/BENDA BERTUAH

Perawatan Benda Bertuah bisa sebulan sekali & setahun sekali. Untuk yang sebulan sekali,bisa memilih salah satu di antara tiga pilihan berikut:

1.   Malam Jum’at Kliwon.

2.   Malam Selasa Kliwon.

3.   Malam weton tanggal lahir Anda.

Bisa pilih salah satu atau di waktu tersebut sekaligus dalam sebulan, jika sering akan lebih bagus lagi. menjadikan tuah / khasiat manfaat yang ada menjadi lebih kuat.

Pergunakan juga  minyak asli khusus Benda Pusaka/ Mustika a/l  Minyak 1000 Bunga, Minyak Air Mata Duyung, Minyak Bibit Apel Jin, Minyak Cempaka, Minyak Istanbul, Minyak zafaron, Minyak Kasturi, Minyak Kenanga, Minyak Malaikat Subuh, Minyak Mawar, Minyak Misik Hitam, Minyak Misik Putih, Minyak Serimpi dll.  

Bisa di pilih salah satu saja sesuai selera dari sekian banyak minyak tersebut. Cara melakukan perawatannya cukup dengan  buka tutup botolnya lalu di letakkan Pusaka/Mustika Bertuah di samping botol itu & biarkan semalaman penuh seperti itu. Lebih bagus lagi jika mengoleskan juga minyaknya ke Benda Pusaka/ Mustika tersebut.

 

Untuk yang setahun sekali setiap 1 suro/muharram

harus menggunakan minyak asli khusus Benda Pusaka/ Mustika Bertuah . di atas dengan cara dibuka tutup botolnya lalu Benda Pusaka /Mustika Bertuah diletakkan semalaman penuh di samping botol itu & juga lebih bagus lagi bila minyaknya dioleskan ke Benda Pusaka/Mustika Bertuah tersebut. Tapi juga di asapi dengan Asap Buhur,Dupa,hio, Kemenyan dll yang serupa. melakukan pengasapan untuk semakin memperkuat tuah / khasiat yang ada.

Perawatan Benda Pusaka/Mustika Bertuah ini adalah salah satu cara untuk memelihara energi alam yang secara alami berada pada Benda .Perawatan ini pun adalah salah satu cara untuk menghormati, memelihara sekaligus memberikan makanan kepada kekuatan khodam ( gaib / batin ) yang menyertai Benda Pusaka atau Batu Mustika Bertuah. Jika tidak melakukannya sebenarnya tidak masalah namun tuah / khasiat manfa’at Benda Pusaka Bertuah atau Batu Mustika Bertuah tersebut menjadi kurang bahkan tidak maksimal dibandingkan bila merawatnya. akan lebih kuat tuah / khasiat manfa’atnya bila lebih sering dirawat meskipun di luar waktu-waktu khusus tersebut.


Merawat/menjamas suatu pusaka/mustika jika di niat kan dengan baik misal mensyukuri dan kagum akan penciptaan Allah maka itu lebih baik. Akan lebih meningkatkan iman dalam diri.

 

Jangan sekali kali bertujuan mengagungkan/meng kultus kan suatu benda, sesakti/sehebat apapun tuanya. Semua adalah karena Karunia NYA.

 

Semoga bermanfaat dan berkah.

Nguri-nguri budoyo dengan prinsip tetap mengedepankan iman & taqwa, menjaga dan melestarikan warisan leluhur yang begitu indahnya.

 

 

Salam Eling Jiwo

 

Ttd

KI AGENG TEJO BARUNA

Lebih baru Lebih lama