Mari belajar bersama,mencoba menggali dan memahami tentang penciptaan manusia dan cara mengenal diri sendiri
KENALI LAH DIRI
KUPAS LAPIS DEMI
LAPIS KEADAAN RUHANI
BERUSAHA SUCI KAN
HATI SAMPAI BENING AKAN TERLIHAT KILAUAN PANTULAN CAHAYA
LALU KUMPULKAN
BERKAS DEMI BERKAS CAHAYA ITU ,KELAK JADILAH CAHAYA ITU SENDIRI, UNTUK BISA
BERSINAR MENERANGI KEGELAPAN
HILANGKAN RASA KE
AKU AN YANG SELALU MELEKAT DALAM DIRI, KARENA ITULAH HIJAB/PENUTUP
RUHANI
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه “Barang siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Rabbnya.”
Di dalam tubuh manusia ada tujuh tempat yang disebut Latifah
sebagai tempat bersarangnya hawa nafsu yang harus dibersihkan dengan Asma
Allah. Tujuh Latifah tersebut adalah :
1. Latifatul Qolbi (Nafsu Lawwamah):
1. Lupa mengingat allah
2. Suka mencela
3. Menuruti hawa nafsu
4. Makar/menipu
5. Membanggakan diri
6. Mengunjing
7. Riya/pamer
8. Aniaya/dhalim
9. Berbohong
Latifatul Qolbi berhubungan dengan jantung
jasmani, letaknya 2 jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya sifat-sifat
kemusyrikan, kekafiran, ketahayulan dan sifat-sifat iblis, membersihkannya
dengan cara dzikir Allah-Allah 5000 kali. Cahayanya berwarna kuning.
2. Latifatur Ruh (Nafsu Mulhimah/Sawiyah):
1. Dermawan
2. Tidak rakus
3. Lapang dada
4. Merendahkan hati
5. Bertaubat
6. Tahan uji
7. Tahan menderita
Letaknya 2 jari di bawah susu kanan, tempat
bersarangnya sifat Bahimiyah (binatang jinak), membersihkannya dengan dzikir
Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna merah.
3. Latifatus Sirri (Nafsu Mutmainah):
1. Tidak kikir
2. Tawakal
3. Ibadah dengan ikhlas
4. Syukur atas nikmat
5. Ridho
6. Takut maksiat
Letaknya 2 jari di atas susu kiri, tempatnya
sifat Syabiyah (binatang buas), dholim, aniaya, pemarah, pendendam. Dzikirnya
Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna putih.
4.Latifatu Khofi (Nafsu Mardiyah)
:
1. Baik budi pekerti
2. Meninggalkan selain Allah SWT
3. Belas kasihan kepada
sesama makhluk
4. Selalu mengajak kepada kebaikan
5. Memaafkan kesalahan
semua pihak
6. Sayang sesama makhluk hidup
7. Tahu diri
Letaknya 2 jari dia tas susu kanan, dikendarai
oleh limpa jasmani, tempat sifat dengki, khianat. Dzikirnya Allah-Allah 1000
kali. Berwarna Hitam.
5.Latifatu Akhfa (Nafsu Kamilah) :
1. Ilmu yaqin
2. Ainul yaqin
3. Haqqul yakin
Letaknya di tengah dada, berhubungan dengan
empedu jasmani, tempat sifat Rabbaniyah, yaitu sifat ria, takabur, sombong,
ujub, memamerkan kebaikan, akan tetapi disini juga merupakan tempat sifat
ikhlas, khusu, tadaru dan tafakur. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya
berwarna hijau.
6. Latifatu Nafsun Natiqa (Nafsu
Amarah) :
1. Pelit/bakil/kikir
2. Serakah
3. Dengki/iri hati
4. Bodoh
5. Takabur
6. Syahwat melanggar syariat
7. Pemarah
Letaknya diantara 2 kening, tempat nafsu amarah,
nafsu yang mendorong untuk berbuat kejahatan. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali
7. Latifatu Kullu Jasad/ Qolab (Nafsu Rhodiyah):
Latifah yang mengendarai seluruh tubuh jasmani,
tempat sifat jahil, ghaflah (lalai). Pada tempat ini terdapat juga sifat Ilmu
dan Amal. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali.
Seiring dengan ihtiar pembersihan hati latifah
akan semakin tumbuh dan berkembang. Latihan dan upaya untuk menumbuhkan latifah
banyak dipelajari dan dikerjakan oleh para pengikut tareqat. Dan bisa dibaca
dibanyak referensi.
Intinya adalah berupaya untuk:
pertama,
pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk,
tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan malakuti
kedua,
pensucian kalbu yang berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan
duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta
memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata
ketiga,
takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal
mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah; keempat, tajalliyah
ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora
cintanya. Upaya ini tidaklah mudah memerlukan kesungguhan yang amat sangat,
rutinitas dan waktu yang panjang.
Aktivitas spiritual itu mengalir di dalam
kerangka makna dan fungsi rahmatan lil 'alamin.
Tradisi kenabian pada hakekatnya tidak lepas dari misi yang
suci tentang kemanusiaan dan kealam semestaan untuk merefleksikan asma Allah
CARILAH
ORANG TUA RUHANI MU, YANG AKAN BISA MEMBIMBING DAN TAHU KEADAAN HATI DAN JIWA.JIKA
SUDAH MENEMUKAN JANGAN LEPASKAN PATUH DAN IKUTI ARAHANNYA. GURU MURSYID YANG AKAN
MENIMANG MU SEPERTI BAYI YANG BARU LAHIR DAN MENGAJAR KAN TENTANG KEHIDUPAN.
SYEKH
FUTUH MU AKAN MENGARAHKAN DAN MEMEGANG ERAT MURIDNYA TETAP PADA JALAN TUHAN. MESKIPUN
BELIAU TELAH TIADA, KARENA KE TERSAMBUNG RUHANI ,AKAN TERUS MEMBIMBING TIDAK DI
PISAHKAN OLEH KEMATIAN JASAD
|